Tuesday, August 19, 2008

Manila Misadventures #3: Fruity, Fishy, Feisty

Selama kami tinggal di Makati, kami berjalan-jalan ke banyak tempat (benar-benar jalan kaki!), tersasar ke lebih banyak tempat, dan nge-mall di berbagai mall yang ada. Namun ada satu tempat yang patut disebutkan disini: Balikbayan Handicraft (hereafter BBH), yang mirip kayak Mirota Batik gitu lah. Barang-barangnya juga banyak yang mirip kayaknya (ga pernah ke mirota batik juga sih, tapi mestinya ada patung-patung kebo, mangkok2, kerang2 dll).

BBH ini punya cabang dimana-mana, kami sendiri lihat-lihat yang di dua tempat: Makati dan di dekat Ilalim Ng Tulay (literally under the bridge, dan tentu saja, kami sempat nyasar lagi pas menuju tempat itu). Ilalim Ng Tulay ini adalah paduan antara kolong jembatan Pasopati di Jl Kebon Bibit Bandung (karena di bawah jembatan), Pasar Balubur di Tamansari (karena di sebelahnya ada pasar basah), Malioboro di Jogja (karena kiosnya berasa di Malioboro, tapi lebih lengkap Malioboro), BNI cab. Tamansari (bau deket TPS) dan Pasar Ikan (karena baunya amis-asin ikan asin dari pasar basah).

Sayangnya, level persuasi menawar kami dimentahkan oleh ibu-ibu penjaga kios di sono. saya mencoba menawar pin bendera filipina kecil-kecil dari 35 peso ke 15 peso dan ibu-ibunya ketawa dong. Terhina, dongkol, dan jaim, saya meninggalkan si ibu pedagang itu, bersumpah tidak akan merendahkan harga diri dan membuang-buang uang saya untuk hal-hal trivial seperti oleh-oleh! (25 menit kemudian saya deketin lagi nawar jadi 20 peso tapi beli 15 biji dan tetep diketawain lagi). Jadilah saya tidak membelikan oleh-oleh massal semacam gantungan kunci kayak pas saya dari Thailand/Singapura dulu. Ya sudalah, ga bawa oleh-oleh ga patheken.

Tapi omong-omong oleh-oleh, waktu di Makati, jarak 5 toko dari BBH ada semacam toko suvenir juga (lupa namanya), yang mengaku sebagai toko suvenir pertama di Manila, kalau saya ga salah inget. Dan di toko inilah Uphie menemukan benda ajaib berlabel Peni Fresh seharga 50 peso. Yang dari labelnya sudah jelas kalo itu adalah allusion buat peni(s). disamping gambar tangan yang merogoh.. uhm. Ada juga pasangannya, sabun warna pink berlaber Fem Tight. Gak perlu dijelasin deh disini, hohoho.


Namun yang bikin kami penasaran dan ketawa-ketawa ga jelas selama kami di Manila adalah rasa heran, kenapa TUTTI FRUTTI nya dicetak kapital. dan kenapa pula rasa Tutti Frutti? hehehe.

Belakangan baru saya tahu jawabannya, dari blogpostnya Liza: poin #14. Tahu begitu kan saya beliin satu buat Liza biar dipake Fajar deh. heheheh. *kaburrr*

----
Bonus: complete album can be found at My Opera, or at my Facebook photo album.

No comments: